Polisi Telusuri Penyebab Kebakaran Ruko Laundry di Malang yang Menewaskan Satu Orang

Kebakaran yang menghanguskan sebuah ruko laundry di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah peristiwa tragis ini mengakibatkan satu korban jiwa. Selain mengklaim nyawa, insiden ini juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka bakar yang cukup serius. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dalam lingkungan usaha yang melibatkan bahan-bahan mudah terbakar.
Detail Kejadian Kebakaran Ruko Laundry di Malang
Peristiwa kebakaran terjadi pada hari Senin, 16 Maret 2026, di Jalan Raya Ir. Soekarno, Dusun Sidoayu, Desa Sidorejo. Setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar, petugas kepolisian dari Polsek Pagelaran bersama tim gabungan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Identifikasi Korban dan Dampak Kebakaran
Korban yang meninggal dunia dalam insiden ini merupakan Suliadi, seorang pria berusia 48 tahun yang diketahui sebagai pemilik usaha laundry tersebut. Tiga orang lainnya mengalami luka bakar dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
Analisis Penyebab Kebakaran
Menurut pernyataan resmi dari Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, kebakaran ini diduga disebabkan oleh percikan api dari kompor pemanas air yang digunakan untuk setrika uap. Percikan tersebut menyambar uap bensin yang ada di lokasi, sehingga api cepat membesar dan mengakibatkan kerusakan yang signifikan.
AKP Bambang menjelaskan, saat kebakaran terjadi, Suliadi tengah memindahkan bensin dari jerigen ke dalam botol di dalam ruko. Proses ini berpotensi berbahaya karena uap bensin yang mudah terbakar dapat dengan mudah terpicu oleh sumber api. Dalam waktu singkat, kobaran api melalap bangunan serta kendaraan yang berada di sekitarnya.
Dampak Material dan Ekonomi
Beberapa barang berharga ikut terbakar dalam insiden ini, termasuk:
- Satu unit ruko yang digunakan sebagai usaha laundry
- Tiga sepeda motor milik pelanggan
- Peralatan laundry
- Pakaian milik pelanggan yang sedang dicuci
Total kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pemilik usaha dan para pelanggan yang terdampak.
Tindakan Petugas di Lokasi Kebakaran
Setelah tiba di lokasi, petugas segera melakukan berbagai tindakan penting, termasuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban yang masih hidup, dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang berkobar.
“Kami segera mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Bambang saat memberikan keterangan pers.
Penyelidikan dan Keterangan Saksi
Pihak kepolisian telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk mendalami lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran. Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana yang menyertai kebakaran tersebut.
Respon Keluarga dan Masyarakat
Di tengah tragedi ini, keluarga korban yang meninggal dunia menerima dengan lapang dada peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi pada jenazah Suliadi, menunjukkan sikap yang penuh penghormatan terhadap yang telah pergi.
Imbauan untuk Masyarakat
AKP Bambang menekankan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan bahan-bahan mudah terbakar, terutama di dekat sumber api. Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk:
- Selalu berhati-hati saat menggunakan bahan bakar di dalam ruangan
- Menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber api
- Memastikan ventilasi yang baik saat menggunakan alat yang memproduksi uap atau panas
- Memberikan pelatihan keselamatan kepada karyawan di tempat usaha
- Segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat kondisi yang berpotensi menyebabkan kebakaran
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas dengan bahan bakar, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.


