Prabowo Subianto Dorong Peningkatan Kinerja Danantara untuk Optimalisasi Pengelolaan Aset Negara

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menekankan urgensi peningkatan kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai langkah strategis dalam memperkuat manajemen aset negara. Dalam pernyataannya saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Wisma Danantara pada Rabu, 11 Maret 2026, beliau menggarisbawahi pentingnya kontribusi Danantara bagi perekonomian nasional yang lebih kokoh.
Visi Jangka Panjang Danantara
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara memiliki target jangka panjang yang cukup ambisius. Karena itu, beliau mendorong jajaran pimpinan Danantara untuk terus berupaya dalam meningkatkan kinerja dan memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara maksimal.
“Meskipun di tahun pertama ini saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas pencapaian yang telah diraih, saya harus mengingatkan bahwa tujuan kita masih sangat jauh,” kata Presiden dengan tegas.
Standar Kinerja yang Diharapkan
Presiden juga menggarisbawahi bahwa perusahaan yang dikelola dengan baik biasanya dapat mencapai tingkat pengembalian aset (return on asset) minimal 10 persen. Namun, untuk tahap awal, target yang realistis bagi Danantara adalah memberikan pengembalian minimal 5 persen kepada negara setiap tahunnya.
“Jika kita hanya mencapai 5 persen return on asset, Danantara seharusnya dapat mengembalikan kepada negara sekitar 50 miliar dolar setiap tahun. Nilai tersebut setara dengan 800 triliun,” jelasnya.
Penghargaan atas Capaian Awal
Meskipun terdapat tantangan, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kinerja Danantara dalam tahun pertama operasionalnya, yang mulai menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tingkat pengembalian aset pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Saya menerima laporan yang membuat saya merasa gembira, dimana return on asset tahun 2025 sudah meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini adalah bukti nyata dari premis yang mendasari pendirian Danantara,” ungkap Presiden.
Pentingnya Konsolidasi Pengelolaan
Menurut Presiden, peningkatan yang terjadi mencerminkan pentingnya konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan milik negara di bawah satu manajemen terintegrasi. Pengelolaan yang terpusat dinilai sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi serta kinerja investasi, khususnya mengingat jumlah entitas usaha yang sangat besar.
“Sangat tidak mungkin untuk memiliki manajemen yang baik tanpa adanya kendali yang terpusat, di satu tangan, dan satu manajemen. Kita tidak bisa mengelola 250 perusahaan, bahkan saya baru mengetahui, ada lebih dari seribu perusahaan,” ungkapnya.
Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund
Presiden menambahkan bahwa keberadaan Danantara merupakan langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat pengelolaan kekayaan negara melalui lembaga yang sebanding dengan sovereign wealth fund di tingkat global.
“Kita patut bersyukur, kini kita sudah memiliki badan yang setara dengan sovereign wealth fund di dunia. Indonesia kini memiliki sovereign wealth fund yang mungkin berada di urutan ke-6 atau ke-7 terbesar di dunia,” jelas Presiden Prabowo.
Peran Strategis Danantara ke Depan
Ke depannya, Danantara diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola aset negara, tetapi juga menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
- Peningkatan pengembalian aset yang signifikan
- Konsolidasi pengelolaan perusahaan-perusahaan negara
- Target pengembalian yang realistis dan ambisius
- Peran Danantara sebagai sovereign wealth fund
- Keterlibatan dalam pertumbuhan ekonomi nasional
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil dan komitmen untuk peningkatan kinerja Danantara, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan potensi aset yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan perekonomian di masa mendatang.



