Dana CU Rp28 Miliar Hilang, Ratusan Jemaat Gereja Lakukan Aksi Protes di BNI Rantauprapat

Ratusan jemaat dari Gereja Katolik Paroki Aek Nabara menggelar aksi protes di depan kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Rantauprapat pada Kamis, 12 Maret 2026. Mereka datang untuk menuntut penjelasan mengenai hilangnya dana Credit Union (CU) yang totalnya mencapai Rp28 miliar, yang seharusnya disimpan di bank tersebut.
Tuntutan Kejelasan Dana CU yang Hilang
Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh Pastor Paroki RP Yonas Sandra Mallisa SX. Setibanya di lokasi, para jemaat berkolaborasi dengan pastor, suster, dan pengurus CU Paroki Aek Nabara untuk menyampaikan tuntutan mereka. Mereka meminta BNI untuk memberikan penjelasan yang jelas mengenai keberadaan dana CU yang selama ini dipercayakan kepada bank, namun kini diduga telah menghilang.
Para peserta aksi sangat berharap agar pihak bank segera memberikan penjelasan untuk meredakan keresahan yang dirasakan oleh para jemaat dan masyarakat luas. Situasi ini telah menimbulkan kegelisahan, mengingat besarnya jumlah dana yang terlibat.
Pengawalan Aparat dan Situasi Aksi Protes
Aksi yang dimulai sejak pagi hari tersebut mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, yang bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Meskipun suasana sempat tegang, para jemaat tetap mampu menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib di halaman kantor bank.
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, para jemaat mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam, karena hingga saat ini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai nasib dana CU yang berjumlah Rp28 miliar tersebut.
Pertemuan dengan Pihak Bank
Kepala Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Kamel, menemui para jemaat untuk memberikan penjelasan. Dalam pertemuan tersebut, dia menjelaskan bahwa pihak bank telah melakukan diskusi sebelumnya dengan pastor dan pengurus CU Paroki Aek Nabara untuk membahas masalah ini.
Dalam pertemuan itu, pihak bank mengungkapkan komitmennya untuk memberikan dana talangan sebesar Rp7 miliar sebagai langkah awal dalam menyelesaikan masalah yang ada. Kamel mengungkapkan, “Kami akan memberikan dana talangan ini paling lambat pada 31 Maret 2026.”
Proses Verifikasi Dana CU
Namun, untuk penyelesaian pembayaran lebih lanjut, pihak BNI menyatakan bahwa mereka masih menunggu proses verifikasi dokumen yang saat ini sedang dilakukan secara internal. Hal ini menambah kekhawatiran di kalangan jemaat mengenai kejelasan dana CU mereka.
Saat diwawancarai oleh wartawan di kantornya pada Jumat sore, 13 Maret 2026, Muhammad Kamel menegaskan bahwa pihaknya masih menjalankan verifikasi terkait arus kas dari dana CU Paroki Aek Nabara tersebut. “Kami memastikan bahwa isu ini akan diselesaikan sesuai dengan arahan dari pimpinan pusat,” tambahnya.
Sejarah dan Besarnya Dana CU
Melalui informasi yang diperoleh, diketahui bahwa CU Paroki Aek Nabara telah lama menjadi nasabah di BNI Kantor Cabang Pembantu Aek Nabara dengan total dana yang mencapai Rp28 miliar. Namun, pada Februari 2026, dana tersebut diduga telah hilang. Kecurigaan semakin meningkat ketika kepala kantor cabang pembantu tidak dapat dihubungi oleh pengurus CU yang meminta penjelasan.
Karena tidak mendapatkan jawaban yang memadai, pengurus CU akhirnya memutuskan untuk menggelar rapat anggota dan melanjutkan dengan aksi protes ke kantor BNI Cabang Rantauprapat.
Harapan Jemaat untuk Penyelesaian Masalah
Melalui aksi damai tersebut, para jemaat berharap agar pihak bank dapat segera memberikan kejelasan dan mengembalikan dana yang hilang. Mereka menegaskan pentingnya penyelesaian kasus ini agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan tetap terjaga dan tidak terganggu.
Apabila permasalahan ini tidak segera diselesaikan, para jemaat mengisyaratkan bahwa mereka tidak akan segan-segan untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam memperjuangkan hak mereka. Keberanian mereka untuk bersuara merupakan bentuk dari keresahan yang mendalam dan harapan akan transparansi yang lebih baik dari lembaga keuangan.
Aksi ini menjadi sorotan, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi masyarakat luas yang khawatir akan keamanan dana mereka di bank. Dengan harapan yang besar, mereka menunggu jawaban dan tindakan nyata dari pihak BNI untuk menyelesaikan persoalan dana CU yang hilang ini.


