Di tengah gemuruh kota Pekanbaru, terjadi sebuah perayaan yang penuh khidmat dan spiritual. Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA) Madina Pekanbaru menghormati peristiwa suci Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh penghormatan dan antusiasme. Tidak hanya itu, mereka juga merayakan kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan penuh sukacita. Perayaan tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, di Musholla Al-Ikhlas, dimulai pukul 19.50 WIB dan berakhir dengan rasa kemenangan dan kebersamaan yang kuat.
Pelaksanaan Acara
Peringatan Isra Mi’raj dan penyambutan Ramadhan ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga warga sekitar. Semua hadir untuk merayakan peristiwa ini. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggetarkan jiwa, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution. Kemudian, Ali Junjung Daulay, S.Pd. memberikan tausiyah agama yang mendalam dan penuh makna.
Tujuan Acara
Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, mengungkapkan bahwa peringatan ini bertujuan untuk memperkuat ukhuwah dan mempersiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadhan. Dia menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga shalat dan meningkatkan ketakwaan. “Menjelang Ramadhan, mari kita perbaiki niat, memperbanyak ibadah, dan mempererat silaturahmi agar ibadah kita lebih bermakna,” imbuhnya.
Meneladani Perjalanan Nabi Muhammad SAW
Dalam tausiyah yang bertemakan “Meneladani Perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj untuk Persiapan Ramadhan yang Lebih Bermakna dengan Keikhlasan dan Ketaatan”, penceramah menekankan pentingnya ketaatan dan keikhlasan. Penceramah juga mengingatkan bahwa shalat adalah fondasi kehidupan seorang Muslim.
Ramadhan, Momentum Perubahan
Ramadhan sering dianggap sebagai momentum perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Hal tersebut juga ditekankan dalam tausiyah tersebut. Penceramah mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan, baik secara ibadah maupun sosial kemasyarakatan.
Penutupan Acara
Peringatan Isra Mi’raj dan penyambutan Ramadhan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antarjamaah. Melalui peringatan ini, panitia berharap nilai-nilai Isra Mi’raj dapat menjadi bekal spiritual dalam menyambut Ramadhan 1447 H. Mereka berharap ibadah, peningkatan keimanan, dan kepedulian sosial kita dapat meningkat di tengah masyarakat.
