Deli Serdang Bersiap Fasilitasi Sensus Ekonomi 2026 untuk Optimalisasi Data Ekonomi

Demi optimalisasi data ekonomi, Kabupaten Deli Serdang mempersiapkan diri untuk memfasilitasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Hasil sensus yang akurat ini akan berperan penting dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan di wilayah tersebut.

Persiapan Deli Serdang untuk Sensus Ekonomi 2026

Diresmikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Deli Serdang, Drs. Hendra Wijaya, dalam pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Deli Serdang, Elly Suharyadi, Deli Serdang telah siap berpartisipasi dalam sensus ekonomi yang akan dilakukan oleh BPS.

Menurut Wijaya, data yang akurat sangat penting sebagai landasan dalam penyusunan program dan kebijakan pembangunan. Untuk itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berkolaborasi dan mendukung pelaksanaan sensus ini. Dukungannya termasuk melalui koordinasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan), yang bertindak sebagai leading sector dalam pengelolaan statistik sektoral di daerah.

Hasil Sensus dan Pemanfaatannya

Wijaya berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat memberikan berbagai rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan, termasuk dalam perencanaan anggaran dan program ekonomi daerah. Data yang akurat akan memungkinkan pemerintah daerah menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjelasan tentang Sensus Ekonomi 2026

Elly Suharyadi, Kepala BPS Deli Serdang, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 direncanakan akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Sensus Ekonomi adalah program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali oleh BPS. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak empat kali, dan pada 2026 menjadi pelaksanaan yang kelima.

Ruang Lingkup Pendataan Sensus

Pendataan dalam Sensus Ekonomi mencakup seluruh pelaku usaha non-pertanian, baik usaha perorangan maupun badan usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) hingga perusahaan besar. Suharyadi juga menambahkan bahwa pendataan juga mencakup usaha online, usaha rumahan, pertokoan hingga perusahaan besar yang ada di seluruh wilayah.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi

Pelaksanaan sensus akan diawali dengan pengisian kuesioner secara daring oleh perusahaan melalui email pada Mei hingga Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendataan lapangan oleh petugas BPS pada Juni hingga Agustus 2026. Melalui sensus ini, sejumlah isu strategis akan dipetakan, antara lain daya saing usaha, peta perekonomian wilayah, kontribusi UMKM terhadap perekonomian, penerapan ekonomi digital dan ekonomi hijau, hingga berbagai tantangan dunia usaha dalam mengembangkan bisnis.

Manfaat Hasil Sensus untuk Indonesia

Hasil sensus akan memberikan gambaran peta ekonomi Indonesia, analisis sektoral serta berbagai insight penting yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat.

Exit mobile version