
Pagi ini, suasana di Kota Solok tampak ramai dengan kedatangan belasan bus dari berbagai organisasi Perantau Minang dan armada reguler Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Rombongan ini, yang dikenal dengan istilah “pulang basamo”, mulai melintas pada Rabu (18/3) dan menunjukkan semangat kebersamaan serta kepulangan yang hangat setelah sekian lama merantau.
Rombongan Bus Pulang Basamo Melintas di Solok
Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa armada dari PO. Yoanda Prima sedang dalam perjalanan menuju Padang Panjang dan Bukittinggi. Bus-bus tersebut menghiasi jalan dengan spanduk bertuliskan rombongan pulang basamo, meskipun momen tersebut tidak terekam oleh kamera. Tak lama kemudian, armada dari PO. ANS juga terlihat melaju ke arah Bukittinggi, menambah keramaian di kota ini.
Keberangkatan Armada dari Jakarta
Setengah jam setelahnya, rombongan dari DPW IKM Jakarta 2026 melintas, dimulai dengan armada FAA Jaya Wisata yang memiliki stiker nomor 001. Diikuti oleh dua unit dari Boneh Star dan satu bus berplat nomor F, rombongan ini semakin menambah jumlah bus yang kembali ke kampung halaman.
Keragaman Armada Bus dalam Rombongan
Di samping bus-bus besar dari DPW IKM Jakarta, terlihat pula beberapa armada ukuran medium yang melaju bersama mobil pribadi. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi pulang basamo tidak hanya melibatkan bus besar, tetapi juga mencakup berbagai jenis kendaraan yang membawa pulang perantau dan keluarga mereka.
Pulang Basamo Nasional 2026
Armada yang sebelumnya mengangkut pemudik dari program Pulang Basamo Nasional 2026 yang diinisiasi oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade dan Prabowo juga mulai kembali ke Jakarta. Beberapa bus masih beristirahat di area parkir Terminal Bareh Solok, sementara yang lainnya bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta, Lampung, dan Bandung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pool bus pariwisata tersebut.
Bus AKAP yang Tidak Biasa Masuk Pagi
Pagi ini, sejumlah bus AKAP dengan trayek reguler dari Jakarta dan Bandung yang biasanya tidak melintas di Kota Solok pada waktu pagi, kini terlihat datang. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kemacetan yang terjadi hingga perubahan jadwal keberangkatan akibat macet parah di Lintas Timur beberapa hari sebelumnya.
Faktor Penyebab Perubahan Jadwal
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan perubahan jadwal keberangkatan bus-bus tersebut, antara lain:
- Kemacetan yang berkepanjangan di Lintas Timur.
- Perubahan rute yang diambil oleh armada bus.
- Penyesuaian waktu istirahat bagi pengemudi.
- Permintaan meningkat menjelang musim mudik.
- Koordinasi yang lebih baik antar operator bus.
Dengan hadirnya berbagai armada bus pulang basamo dan AKAP di Solok, suasana kebersamaan dan kepulangan semakin terasa. Tradisi ini bukan hanya sekadar aktivitas perjalanan, tetapi juga menggambarkan ikatan emosional antara perantau dan kampung halamannya. Momen-momen ini menjadi penting dalam menjaga hubungan antar keluarga dan komunitas, terutama saat perayaan besar seperti ini. Keselamatan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama dalam perjalanan ini, dan diharapkan semua penumpang dapat tiba dengan selamat di destinasi mereka masing-masing.




